Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Kadal Terunik

Written By Unknown on Jumat, 22 Maret 2013 | 06.41


1. Phrynocephalus


 
Juga disebut Toadhead Agama, kadal kecil yang tinggal di gurun ini menunjukkan beberapa perilaku anehnya. Mereka berkomunikasi satu sama lain dengan mneurunkan dan menaikkan ekor mereka, tubuh mereka bergetar saat mengubur dirinya sendiri dengan cepat di pasir dan akan menakut-nakuti predator dengan tampangnya yang aneh sekaligus sangar, mulut yang berwarna-warni, terlihat di sini.


2. Brookesia minima


 
Bunglon adalah reptil yang sangat unik ,dengan jari kaki mereka menyatu menjadi seperti penjepit lobster , ekor mereka dapat memegang, mereka mengekspresikan suasana hati mereka dengan mengubah warna, teropong seperti bola mata mereka bergerak secara independen satu sama lain dan lidah panjang mereka bisa diluncurkan pada masa serangga seperti senapan harpun . Yang Tidak biasa dari jenis bunglon, adalah Brookesia minima, bunglon kurcaci daun, yang menjadi salah satu reptil terkecil yang pernah ditemukan manusia.


3. Phrynosoma 


 
Kadal ini berjuluk “kodok bertanduk”, tubuh gemuk  meliputi tanduk pelindung yang tebal dan duri. Mendiami lahan kering, lingkungan berpasir, mereka makan  semut dan yang mengagumkan membanggakan salah satu mekanisme yang paling mengerikan pada perthanan alam , ketika ketakutan, beberapa spesies dapat mengalirkan tekanan darah di kepala mereka sampai pembuluh kecil di sekitar mata mereka pecah, menyemprotkan aliran darah kepada si penyerang. kemungkinan sejenis darah yang asam ini diambil dari asam pada semut, memungkinkan mamalia predator tahu bahwa menyerang kadal gemuk ini hanya membuang-buang waktu mereka. namun Sayangnya, burung tidak terlalu perduli dengan semprotan kecut ini


4. Moloch horridus


 
Meskipun sama sekali tidak berhubungan dengan kodok bertanduk, atau kadal “setan berduri” ,”moloch” telah mengembangkan banyak karakteristik yang sama dalam menanggapi lingkungan padang pasir, termasuk badan berduri, kamuflase berpasir dan diet dengan mengkonsumsi semut . Duri mereka membuat kadal ini agak sulit untuk ditelan oleh sang predator.


5. Hydrosaurus pustulatus


 
Melihat seperti merangkak langsung dari zaman Permian, kadal sailfin Filipina adalah omnivora amfibi pemakan buah-buahan, kacang-kacangan dan mangsa serangga kecil lainnya di dekat sungai tropis. Jari-jari kaki mereka diratakan memungkinkan spesimen kecil untuk melarikan diri predator dengan berjalan di atas air, suatu sifat yang juga dimiliki dengan kadal “Basilisk” atau kadal “JEsus”.jantan dewasa yang dikenal mempunyai warna biru yang indah, merah atau bahkan pola warna ungu, yang dapat Anda lihat di sini.


6. Amblyrhynchus cristatus
 

 
Iguana laut kepulauan Galapagos ini  membanggakan gaya hidup yang tidak dimiliki oleh reptil lain; seperti penguin atau singa laut, mereka menghabiskan seluruh hidup mereka di garis pantai, menyelam ke dalam air untuk makanan mereka. Charles Darwin dikenal jijik oleh hewan-hewan ini ketika ia pertama kali menemukannya, dan menyebut kadal ini dengan julukan ““imps of darkness.”


7. Tokek Terbang


 
Banyak  tokek memiliki kemampuan luar biasa untuk berlari pada permukaan apapun – bahkan kaca yang halus – berkat cabang mikroskopis pada kulit jari kaki mereka, velcro seperti bahan pada tingkat molekuler. Tokek terbang menggunakan kaki berselaput, ekor luas dan kepakan kulit untuk meluncur dari pohon ke pohon, seperti  tupai terbang .
06.41 | 0 komentar

Derby London Utara Terbaik


1. Tottenham Hotspur 3-1 Arsenal (Piala FA, 14 April 1991)

Kedua tim bertemu pada semi-final Piala FA yang digelar di Stadion Wembley. Paul Gascoigne mencetak gol untuk Spurs saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui tendangan bebasnya dari jarak 30 meter. Gary Lineker kembali mencetak gol kedua bagi The Lilywhites dan membawa Spurs unggul 2-0. Arsenal sempat membalas melalui Alan Smith sebelum turun minum.
Di babak kedua Lineker mencetak gol dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1 untuk Spurs. Kesempatan Arsenal untuk meraih double winner harus pupus dan mereka hanya memenangkan gelar liga di musim itu, sementara Spurs berhasil menjuarai Piala FA sebulan kemudian.

2. Tottenham Hotspur 1-3 Arsenal (Premier League, 5 Mei 1999)

Pada musim ini Arsenal tengah bersaing dengan Manchester United dalam perburuan gelar Liga Inggris. Namun, mereka harus menghadapi pertandingan berat melawan Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Arsenal memimpin 2-0 melalui gol Emmanuel Petit kemudian disusul oleh gol Nicolas Anelka. Spurs sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui Darren Anderton.
Namun, Kanu berhasil mencetak gol ketiga bagi The Gunners dan membawa Arsenal memenangi duel dengan skor 3-1. Harapan Arsenal untuk menjadi juara liga harus pupus setelah kalah dari Leeds United, sementara The Red Devils berhasil mengatasi Spurs dan menjadi juara liga musim itu.
3. Tottenham Hotspur 2-2 Arsenal (Premier League, 25 April 2004)

Arsenal tak terkalahkan di Premier League dan hanya perlu mendapatkan satu poin untuk memastikan gelar juara. The Gunners sempat unggul 2-0 lebih dulu berkat gol Patrick Vieira dan Robert Pires. Kemenangan tampaknya akan didapat oleh pasukan Arsene Wenger, namun Spurs mampu bangkit dan membuyarkan kemenangan Arsenal.
Di babak kedua Jamie Redknapp berhasil mencetak gol dari jarak jauh untuk membuat The Lilywhites merubah kedudukan menjadi 1-2. Pada menit ke-90 tendangan Robbie Keane membuat Spurs berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Namun, hasil tersebut tidak mampu menahan Arsenal untuk keluar sebagai juara Liga Inggris di markas rival mereka itu.

4. Tottenham Hotspur 4-5 Arsenal (Premier League, 13 November 2004)

Total tercipta sembilan gol dalam pertandingan ini dan menjadi laga derby London utara dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah. Di babak pertama Noureddine Naybet berhasil menciptakan dua gol dalam laga tersebut. Namun, Thierry Henry berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Di babak kedua penalti Lauren dan gol dari Patrick Viera membuat Arsenal membalikan keadaan. Freddie Ljunberg berhasil mencetak gol bagi The Gunners yang kemudian dibalas oleh Tottenham melalui Ledley King. Gol dari Freddie Kanoute tak mampu membawa Spurs menyamakan kedudukan.

5. Tottenham Hotspur 5-1 Arsenal (Piala Liga, 22 Januari 2008)

Kedua tim saling berhadapan di leg kedua semi-final Piala Liga setelah hanya bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium. Tottenham sempat memimpin lebih dulu memimpin di paruh pertama dengan skor 2-0 melalui gol Jermaine Jenas dan gol bunuh diri Nicklas Bendtner.
Di paruh kedua Spurs berhasil mencetak dua gol lagi yang masing-masing diciptakan oleh Robbie Keane dan Aaron Lennon. Arsenal membalas melalui Emmanuel Adebayor dan merupakan satu-satunya gol The Gunners dalam pertandingan itu. Steed Malbranque membuat Arsenal semakin terpuruk dengan mencetak gol kelima bagi Spurs di masa injury time untuk membawa Tottenham ke final Piala Liga 2008 dengan keunggulan agregat 6-2. Spurs pun berhasil menjuarai Piala Liga.

6. Arsenal 4-4 Tottenham Hotspur (Premier League, 29 Oktober 2008)

Tottenham Hotspur tengah dalam zona bahaya musim ini dan harus menghadapi tetangga sekota mereka, Arsenal. Dalam pertandingan itu Tottenham unggul lebih dulu melalui gol David Bentley yang dinobatkan sebagai gol terbaik derby London Utara sepanjang masa. Ia melakukan tendangan voli yang memutar dari jarak 35 yard.
Arsenal bangkit dan membalikkan keadaan melalui tiga gol yang masing-masing dicetak oleh William Gallas, Emmanuel Adebayor, dan Mikael Silvestre. Namun, The Lilywhites berhasil mencetak tiga gol untuk membuat kedudukan akhir imbang 4-4 melalui dua gol Jermain Jenas dan satu Aaron Lennon serta menyelamatkan Tottenham dari kekalahan.

7. Arsenal 2-3 Tottenham Hotspur (Premier League, 20 November 2010)

Tottenham baru saja memenangi laga di Liga Champions melawan Inter Milan di White Hart Lane. Mereka pun tampil percaya diri saat akan bertandang ke Emirates Stadium melawan Arsenal. Tottenham sempat tertinggal melalui dua gol yang diciptakan masing-masing oleh Maroune Chamakh dan Samir Nasri.
Namun, di babak kedua pasukan Harry Redknapp mengamuk dan berhasil melesakkan tiga gol melalui Gareth Bale dan penalti Rafael van der Vart. Lima menit sebelum bubaran, Younes Kaboul mencetak gol penutup Spurs dan membawa timnya mengakhiri rekor 17 tahun tak pernah menang di Emirates Stadium.
Saking kesalnya dengan comeback Spurs, Arsene Wenger membanting botol minumannya.

8. Tottenham Hotspur 2-1 Arsenal (Premier League, 2 Oktober 2011)

Spurs kedatangan dua pemain baru Scott Parker dan Emmanuel Adebayor. Dalam pertandingan ini Rafael van der Vart berhasil mencetak gol ke-1000 untuk The Lilywhites dalam sejarah klub lima menit sebelum babak pertama berakhir.
Kyle Walker berhasil mencetak gol kedua bagi Spurs melalui tendangan jarak jauhnya. Spurs berada di peringkat ketiga klasemen sementara saat ini dan tengah bersaing dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.

9. Arsenal 5-2 Tottenham Hotspur (Premier League, 26 Februari 2012)

Spurs sempat tampil mengesankan setelah lebih dulu unggul dua gol melaui Louis Saha dan penalti mantan pemain Arsenal Emmanuel Adebayor. Namun, The Gunners berhasil menyamakan kedudukan saat Bacary Sagna dan Robin van Persie mencetak masing-masing satu gol.
Di babak kedua Arsenal semakin memperlebar jarak melalui aksi Tomas Rosicky dan Theo Walcott yang berhasil menciptakan tiga gol untuk membawa Arsenal meraih kemenangan 5-2.

10. Arsenal 5-2 Tottenham Hotspur (Premier League, 17 November 2012)

Ambisi pasukan Andre Villas-Boas untuk membalas kekalahan 5-2 musim lalu pada derby London Utara belum bisa terealisasi. Tottenham justru kembali harus menerima kekalahan dengan skor yang sama. Emmanuel Adebayor membuka keunggulan Spurs saat laga baru berjalan sepuluh menit.
Namun, pada menit ke-18 ia harus diusir keluar lapangan karena melakukan tekel keras terhadap Santi Cazorla. Unggul jumlah pemain mampu dimanfaatkan oleh The Gunners yang langsung membalas dengan empat gol beruntun. Gol-gol tersebut dibukukan Per Mertesacker, Lukas Podolski, Olivier Giroud, dan Santi Cazorla. Gareth Bale sempat memperkecil ketertinggalan, namun Arsenal mampu menambah satu gol lagi melalui Theo Walcott.

06.40 | 0 komentar

Ikan Hiu Terunik


1.Hammerhead Shark / Ikan Hiu Kepala Martil atau Palu
Kita telah sering melihat jenis ikan hiu yang satu ini. Hiu martil adalah pendatang baru di dunia ikan hiu. Menurut ilmu pengetahuan, kepala martil mereka yang aneh akibat evolusi 50 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan tidak mengetahui secara pasti fungsi dan manfaatnya. Namun ada prediksi, jika bentuk kepala seperti ini adalah untuk membantu sensor indra penciuman agar menemukan makanan dalam jarak yang lebih jauh.



2. Goblin Shark / Ikan Hiu Setan-Hantu
Hiu ini jarang kita temui karena hidup ribuan meter di bawah permukaan laut. Goblin Shark memiliki kulit yang semi-transparan yang memberikan mereka warna merah muda. Ada bagian yang aneh di kepalanya dan dipercaya oleh ilmuwan sebagai sistem electro-receptor untuk mengarahkan mereka pulang kembali ke rumah sehabis berburu karena tidak adanya cahaya di dasar lau




3. Thrasher Shark / Ikan Hiu Pemukul
Dengan panjang sekitar 6 meter (dominan panjang ada pada ekornya), Hiu ini memiliki badan multifungsi untuk membunuh mangsanya, mulai dari gigi hingga ekor. Para ilmuwan meneliti jika hiu ini memiliki cara berburu yang khas, yaitu dengan berenang dan mencambukkan ekornya hingga mangsanya terkapar. Bangkai-bangkai mangsanya sekaligus dijadikan tanda jalan pulang sang hiu



4. Frilled Shark / Ikan Hiu Berumbai
Adalah salah satu jenis ikan hiu yang jarang terlihat karena hidup di laut dalam, meski terkadang mereka tertangkap juga oleh para nelayan. Ada rumor yang mengatakan jenis hiu ini adalah evolusi awal dari seluruh evolusi ikan hiu.



5. White Whale Shark / Ikan Hiu Paus Putih
Jenis hiu bule (albino) dengan panjang sekitar 9 meter ditemukan oleh penyelam di kepulauan galapagos pada bulan Agustus 2008. Hiu ini dapat tumbuh hingga sekitar 20 meter dengan bobot hingga 10 ton.


 

6. Saw Shark / Ikan Hiu Gergaji
Hiu gergaji ini memiliki posisi insang yang unik, biasanya insang ikan hiu berada di samping lehernya, tapi hiu ini memiliki posisi insang di bawah tubuh mereka. Gaya hidup ikan hiu ini mirip dengan ikan todak/ikan pari



7. Whorl-tooth Shark (Helicoprion)
Diatas telah dibahas mengenai hiu gergaji yang memiliki moncong mirip gergaji, Helicorpon pun identik dengan saw shark yang memiliki moncong gergaji. Helicorpon termasuk dalam hiu yang telah punah dan hanya di temukan dalam bentuk fosil. Gambar hanya ilustrasi yang dibuat oleh ilmuwan, bukan kondisi sebenarnya.
06.37 | 0 komentar

Sejarah El Classico


El Clasico dalam bahasa disebut Inggris The Classic dan dalam bahasa Indonesia berarti klasik adalah derby yang mempertemukan dua klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid dan FC Barcelona menurut situs wikipedia El Clasico edisi pertama terjadi pada 17 Februari 1929 dimana tim tamu Real Madrid unggul tipis 1-2.

Namun pada beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa El Clasico pertama kali berlangsung pada sebuah turnamen mini yang diselenggarakan untuk memperingati penobatan Raja Alfonso XII pada tahun 1902. Dimana pada saat itu cerita - cerita politik yang berpengaruh sangat kuat

Cerita politik ini diteruskan oleh seorang Pemimpin Spanyol Francisco Franco pada tahun 1934. Franaco adalah diktator fasis yang merebut kekuasaan di Spanyol setelah kaum nasionalis dengan bantuan Fasis Italia mengalahkan kaum Republikan dengan bantuan komunis Uni Sovyet dalam sebuah perang saudara di Spanyol.Pada masa kepemimpinannya franco begitu menyiksa warga catalan karena warga catalan belum dengan tulus menjadi bagian dari Negara Spanyol. Barcelona yang notabenya  ibukota provinsi Catalonia menjadi tempat berkumpul bagi orang - orang Catalan dimana pada saat itu  Franco melarang penggunaan bahasa Catalan. Hal ini membuat Franco geram.Dilapangan sendiri terlihat jelas bahwa Franco lebih mendukung Madrid yang merupakan pusat peradaban dari Spanyol. 

Jadi El Clasico sendiri bukan hanya duel antara Madrid dan Barca semata namun menjadi semacam perlawanan bangsa Catalan terhadap sang Jenderal.

Tak sampai disitu rivalitas mereka terjadi dalam bursa transfer, pada tahun 1950 kedua tim bertarung untuk memperebutkan satu pemain yaitu Di Stefano. Perebutan itu sendiri dimenangkan Madrid dengan bantuan Franco dan hal itu tentu membuat publik Catalan semakin meradang. Mulai sejak itu rivalitas barcelona dan real madrid terus terjadi, baik di dalam pertandingan, maupun bursa transfer pemain. Kedua klub ini saling merebut pemain. Bahakn penduduk spanyolpun terpecah dalam hal sebagai pendukung kedua klub ini.

Bicara rekor pertemuan antara Barca dan Real Madrid tentu punya catatan yang panjang. Meski demikian, secara total Madrid masih lebih unggul dari Barcelona. Dalam 159 laga yang telah dijalani kedua tim, Madrid berhasil menang 68 kali. Sementara El Barca hanya mengoleksi 60 kemenangan, sedangkan 31 laga sisanya berakhir dengan hasil imbang. Nama-nama bintang seperti Bernd Schuster, Michael Laudrup, Luis Figo, Luis Enrique hingga Ronaldo, semuanya pernah merasakan tinggal di dua klub tersebut. Mereka merasakan kerasnya bermain di El Clasico. Figo pernah dilempar kepala babi dalam sebuah pertandingan, oleh pendukung Barcelona yang marah dengan keputusan Figo menyebrang ke Madrid dari Barcelona.


Berikut ini rekor pertemuan EL Clasico :

LA LIGA :
Real Madrid wins = 68
FC Barcelona wins = 63
 DRAW = 31
Real Madrid goals = 259
Barcelona goals = 253
Total matches = 162
SKOR TERBESAR
3 FEBRUARI 1942  Real Madrid FC VS Barcelona = 11 - 1

COPA DEL REY
Real Madrid wins = 10
 Barcelona wins = 14
DRAW = 5
Real Madrid goals=56
Barcelona goals = 59
Total matches =29
SKOR TERBEAR
semifinal 1916
1st Real Madrid FC Vs Barcelona = 6–6 
2nd Real Madrid FC Vs Barcelona = 4–2 
agrerat (10-8) kemenangan Real Madrid

Spanish Super Cup
Real Madrid wins = 5
Barcelona wins = 3
Draw = 2
Real Madrid goals= 21
 Barcelona goals = 13
Total matches = 10
Skor Terbesar
Tahun 1997-1998
FC Barcelona VsReal Madrid = 2–1 
Real Madrid Vs FC Barcelona =4–1 
Agrerat = 6-2 buat Real Madrid

Liga Champions
Real Madrid wins = 3
Barcelona wins = 2
Draw = 3
Real Madrid goals= 13
 Barcelona goals = 10
Total matches  = 8
Skor Terbesar
Semifinal 1959-1960
Real Madrid FC Vs Barcelona = 3–1
Barcelona Vs Real Madrid = 1–3 

~AW6~



06.23 | 0 komentar

Derby London Utara Terbaik


1. Tottenham Hotspur 3-1 Arsenal (Piala FA, 14 April 1991)
Kedua tim bertemu pada semi-final Piala FA yang digelar di Stadion Wembley. Paul Gascoigne mencetak gol untuk Spurs saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui tendangan bebasnya dari jarak 30 meter. Gary Lineker kembali mencetak gol kedua bagi The Lilywhites dan membawa Spurs unggul 2-0. Arsenal sempat membalas melalui Alan Smith sebelum turun minum.
Di babak kedua Lineker mencetak gol dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1 untuk Spurs. Kesempatan Arsenal untuk meraih double winner harus pupus dan mereka hanya memenangkan gelar liga di musim itu, sementara Spurs berhasil menjuarai Piala FA sebulan kemudian.

2. Tottenham Hotspur 1-3 Arsenal (Premier League, 5 Mei 1999)
Pada musim ini Arsenal tengah bersaing dengan Manchester United dalam perburuan gelar Liga Inggris. Namun, mereka harus menghadapi pertandingan berat melawan Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Arsenal memimpin 2-0 melalui gol Emmanuel Petit kemudian disusul oleh gol Nicolas Anelka. Spurs sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui Darren Anderton.
Namun, Kanu berhasil mencetak gol ketiga bagi The Gunners dan membawa Arsenal memenangi duel dengan skor 3-1. Harapan Arsenal untuk menjadi juara liga harus pupus setelah kalah dari Leeds United, sementara The Red Devils berhasil mengatasi Spurs dan menjadi juara liga musim itu.
3. Tottenham Hotspur 2-2 Arsenal (Premier League, 25 April 2004)
Arsenal tak terkalahkan di Premier League dan hanya perlu mendapatkan satu poin untuk memastikan gelar juara. The Gunners sempat unggul 2-0 lebih dulu berkat gol Patrick Vieira dan Robert Pires. Kemenangan tampaknya akan didapat oleh pasukan Arsene Wenger, namun Spurs mampu bangkit dan membuyarkan kemenangan Arsenal.
Di babak kedua Jamie Redknapp berhasil mencetak gol dari jarak jauh untuk membuat The Lilywhites merubah kedudukan menjadi 1-2. Pada menit ke-90 tendangan Robbie Keane membuat Spurs berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Namun, hasil tersebut tidak mampu menahan Arsenal untuk keluar sebagai juara Liga Inggris di markas rival mereka itu.

4. Tottenham Hotspur 4-5 Arsenal (Premier League, 13 November 2004)
Total tercipta sembilan gol dalam pertandingan ini dan menjadi laga derby London utara dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah. Di babak pertama Noureddine Naybet berhasil menciptakan dua gol dalam laga tersebut. Namun, Thierry Henry berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Di babak kedua penalti Lauren dan gol dari Patrick Viera membuat Arsenal membalikan keadaan. Freddie Ljunberg berhasil mencetak gol bagi The Gunners yang kemudian dibalas oleh Tottenham melalui Ledley King. Gol dari Freddie Kanoute tak mampu membawa Spurs menyamakan kedudukan.

5. Tottenham Hotspur 5-1 Arsenal (Piala Liga, 22 Januari 2008)
Kedua tim saling berhadapan di leg kedua semi-final Piala Liga setelah hanya bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium. Tottenham sempat memimpin lebih dulu memimpin di paruh pertama dengan skor 2-0 melalui gol Jermaine Jenas dan gol bunuh diri Nicklas Bendtner.
Di paruh kedua Spurs berhasil mencetak dua gol lagi yang masing-masing diciptakan oleh Robbie Keane dan Aaron Lennon. Arsenal membalas melalui Emmanuel Adebayor dan merupakan satu-satunya gol The Gunners dalam pertandingan itu. Steed Malbranque membuat Arsenal semakin terpuruk dengan mencetak gol kelima bagi Spurs di masa injury time untuk membawa Tottenham ke final Piala Liga 2008 dengan keunggulan agregat 6-2. Spurs pun berhasil menjuarai Piala Liga.

6. Arsenal 4-4 Tottenham Hotspur (Premier League, 29 Oktober 2008)
Tottenham Hotspur tengah dalam zona bahaya musim ini dan harus menghadapi tetangga sekota mereka, Arsenal. Dalam pertandingan itu Tottenham unggul lebih dulu melalui gol David Bentley yang dinobatkan sebagai gol terbaik derby London Utara sepanjang masa. Ia melakukan tendangan voli yang memutar dari jarak 35 yard.
Arsenal bangkit dan membalikkan keadaan melalui tiga gol yang masing-masing dicetak oleh William Gallas, Emmanuel Adebayor, dan Mikael Silvestre. Namun, The Lilywhites berhasil mencetak tiga gol untuk membuat kedudukan akhir imbang 4-4 melalui dua gol Jermain Jenas dan satu Aaron Lennon serta menyelamatkan Tottenham dari kekalahan.

7. Arsenal 2-3 Tottenham Hotspur (Premier League, 20 November 2010)
Tottenham baru saja memenangi laga di Liga Champions melawan Inter Milan di White Hart Lane. Mereka pun tampil percaya diri saat akan bertandang ke Emirates Stadium melawan Arsenal. Tottenham sempat tertinggal melalui dua gol yang diciptakan masing-masing oleh Maroune Chamakh dan Samir Nasri.
Namun, di babak kedua pasukan Harry Redknapp mengamuk dan berhasil melesakkan tiga gol melalui Gareth Bale dan penalti Rafael van der Vart. Lima menit sebelum bubaran, Younes Kaboul mencetak gol penutup Spurs dan membawa timnya mengakhiri rekor 17 tahun tak pernah menang di Emirates Stadium.
Saking kesalnya dengan comeback Spurs, Arsene Wenger membanting botol minumannya.

8. Tottenham Hotspur 2-1 Arsenal (Premier League, 2 Oktober 2011)
Spurs kedatangan dua pemain baru Scott Parker dan Emmanuel Adebayor. Dalam pertandingan ini Rafael van der Vart berhasil mencetak gol ke-1000 untuk The Lilywhites dalam sejarah klub lima menit sebelum babak pertama berakhir.
Kyle Walker berhasil mencetak gol kedua bagi Spurs melalui tendangan jarak jauhnya. Spurs berada di peringkat ketiga klasemen sementara saat ini dan tengah bersaing dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.

9. Arsenal 5-2 Tottenham Hotspur (Premier League, 26 Februari 2012)
Spurs sempat tampil mengesankan setelah lebih dulu unggul dua gol melaui Louis Saha dan penalti mantan pemain Arsenal Emmanuel Adebayor. Namun, The Gunners berhasil menyamakan kedudukan saat Bacary Sagna dan Robin van Persie mencetak masing-masing satu gol.
Di babak kedua Arsenal semakin memperlebar jarak melalui aksi Tomas Rosicky dan Theo Walcott yang berhasil menciptakan tiga gol untuk membawa Arsenal meraih kemenangan 5-2.

10. Arsenal 5-2 Tottenham Hotspur (Premier League, 17 November 2012)
Ambisi pasukan Andre Villas-Boas untuk membalas kekalahan 5-2 musim lalu pada derby London Utara belum bisa terealisasi. Tottenham justru kembali harus menerima kekalahan dengan skor yang sama. Emmanuel Adebayor membuka keunggulan Spurs saat laga baru berjalan sepuluh menit.
Namun, pada menit ke-18 ia harus diusir keluar lapangan karena melakukan tekel keras terhadap Santi Cazorla. Unggul jumlah pemain mampu dimanfaatkan oleh The Gunners yang langsung membalas dengan empat gol beruntun. Gol-gol tersebut dibukukan Per Mertesacker, Lukas Podolski, Olivier Giroud, dan Santi Cazorla. Gareth Bale sempat memperkecil ketertinggalan, namun Arsenal mampu menambah satu gol lagi melalui Theo Walcott.
06.20 | 0 komentar

Alasan Derby Della Madonina Wajib di tonton


1. Milano Siamo Noi
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_1.jpg
Apabila anda kerap membaca majalah atau tabloid sepakbola yang berisikan artikel tentang Derby Della Madonnina, anda pasti tau arti kata-kata diatas. Jika diterjemahkan, “Milano siamo noi” itu dapat diartikan dengan “Milan milik kami”. Ya kalau mau disamakan dengan yang terjadi di Liga Inggris, kurang lebih hampir sama dengan “Manchester is red/blue”. Kedua tim sekota ini sama-sama memperjuangkan kebangaan untuk menjadi yang terbaik di kotanya masing-masing.
Dalam perjalanannya, derby yang sudah berumur lebih dari 100 tahun ini telah memunculkan banyak kejadian-kejadian menarik. Mulai dari perselisihan di tim nasional Italia hingga kerusuhan ketika pertandingan pernah menghiasi persaingan diantara kedua klub. But IMHO, yang paling membuat derby ini menarik adalah karena kedua tim sama-sama dua klub papan atas baik di Italia maupun Eropa. Banyak pemain-pemain hebat seperti Giussepe Meazza, Giacinto Fachetti, Franco Baresi, Paolo Maldini, Marco Van Basten, Lothar Matthaus, hingga Zlatan Ibrahimovic pernah berpartisipasi membela klubnya masing-masing.
Apabila hal tersebut masih kurang menarik perhatian anda, mungkin saya harus menjelaskan perihal stadion yang mereka gunakan. Baik si biru-hitam maupun si merah-hitam, sama-sama menggunakan stadion yang sama sebagai homebase mereka. Awalnya stadion milik AC Milan ini bernama Nuovo Stadio Calcistico San Siro, namun karena mereka mengalami kebangkrutan di tahun 1935, mereka terpaksa menjualnya ke pemerintah kota Milan. Di tahun 1947, Inter Milan menyewa stadion ini sebagai homebase. Semenjak itulah mereka saling berbagi dalam kebencian. Uniknya, meski nama stadion San Siro telah diubah sebagai stadion Giuseppe Meazza pada tahun 1980, para Milanisti lebih senang menyebutnya sebagai San Siro. Hal ini dikarenakan Giuseppe Meazza lebih identik sebagai legenda Inter. Hhhmmm, sampai sebegitunya ya persaingan diantara mereka?

2. I Rossoneri
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_2.jpg
Associazione Calcio Milan atau yang biasa lebih dikenal dengan sebutan AC Milan adalah klub asal Italia yang telah berdiri semenjak tahun 1899. Ngomong-ngomong, taukah anda bahwa Milan adalah klub yang masih memiliki “hubungan darah” dengan Inggris? Klub ini dibuat oleh dua ekspatriat Inggris, Alfred Edwards dan Herbert Kiplin. Alasan mengapa nama klub ini bukan Milano adalah karena untuk menghormati asal negara mereka yang lebih biasa menyebut Milano sebagai Milan.
Sebagai salah satu klub tersukses di dunia, mereka mengalami banyak sekali pasang surut. Mereka pernah terdegradasi ke Serie B, dua kali berpartisipasi dalam skandal pengaturan skor (Totonero dan Calciopoli), dan mengalami kebangkrutan. Beruntung, pada tahun 1986, Silvio Berlusconi membeli klub berkostum hitam-merah ini. Itulah awal tonggak kebangkitan Milan dalam menguasai sepakbola Italia dan Eropa. Hingga kini, il Diavolo telah menjuarai 18 kali Serie A, 5 kali Coppa Italia, dan 7 kali UEFA Champions League.
Prestasi diatas bukan didapatkan dengan sembarangan tentunya. Tanpa pemain-pemain hebat yang pernah mereka miliki, tidak mungkin mereka akan dapat meraih gelar sebanyak itu. Semua pasti tahu bagaimana hebatnya dream-team yang dimiliki oleh AC Milan di era 80an. Dengan trio Belanda (Marco Van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit) dan pelatih Arrigo Sacchi, mereka mengubah mata dunia bahwa tidak selamanya klub Italia akan bermain dengan catenaccio. Harus diakui, tanpa Milan, sepakbola modern tidak akan pernah sama.

3. I Nerazzurri
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_3.jpg
Football Club Internazionale Milano S.p.A atau yang kita kenal dengan Inter Milan adalah klub pecahan dari AC Milan. Pada tahun 1908, sekelompok pemain AC Milan tidak senang dengan dominasi pemain Italia yang ada di tubuh klub tersebut. Pemain-pemain asing seperti terpinggirkan. Oleh sebab itu, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat Internazionale Milan. Sebuah klub yang mau menerima dan menghargai pemain asing sebagaimana pemain Italia dihargai.
Satu hal yang unik dari tim ini adalah, meski AC Milan lebih dahulu lahir, namun justru merekalah yang dipinang oleh pemerintah sebagai klub kesayangan. Mereka pernah merger dengan sebuah klub bernama Unione Sportiva Milanese dan berganti nama menjadi Societa Sportiva Ambrosiana. Jersey merekapun diubah menyerupai bendera dan lambang kota Milan. Setelah perang dunia kedua, mereka memisahkan diri dan kembali menggunakan nama Internazionale Milano.
Di era 60an, mereka pernah menguasai Italia dan Eropa. Masa-masa itu dikelan dengan sebutan il Grande Inter. Pelatih Inter kala itu, Helenio Herrera, mengubah sistem catenaccio menjadi lebih mematikan dengan memasang libero di lini belakang. Oleh sebab itulah kita sekarang mengenal formasi 5-3-2. Hingga kini, Inter telah meraih 18 kali Scudetto, 7 kali Coppa Italia, dan 3 kali UEFA Champions League.
Alasan saya menjelaskan sejarah kedua klub secara panjang lebar adalah karena saya percaya, tanpa asal-usul mereka berdua, maka kita tidak akan pernah mengenal Derby Della Madonnina seperti yang kita kenal sekarang. Selalu ada alasan mengapa sebuah derby menjadi lebih dari sekedar derby. Dan sejarah kedua klub membuktikan bahwa mereka memang klub besar yang patut dihormati.

4. Viva La Revoluzione!
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_4.jpg
Jujur, saya baru menyaksikan V For Vendetta untuk pertama kalinya beberapa bulan yang lalu. Dan saya sangat amaze dengan penokohan Guy Fawkes. Ya, mungkin seseorang bisa mati, namun ide adalah sesuatu yang tak pernah mati. Fawkes yang rela mati demi sebuah revolusi menggambarkan bahwa tidak ada revolusi yang berjalan dengan damai. Dan faktanya, sejarah-sejarah revolusi dunia telah membuktikan hal tersebut.
Namun hal yang berbeda terjadi di kota Milan. Kedua klub sama-sama baru mengalami sebuah revolusi tanpa pertumpahan darah. Dari kubu Inter, lebih dari 50% pemain yang dahulu merasakan manisnya menjuarai UEFA Champions League di tahun 2010 sudah tidak ada. Sedangkan dari kubu Milan, mereka baru saja melepas pemain-pemain senior semacam Clarence Seedorf, Alessandro Nesta, Fillipo Inzaghi, dan Gennaro Gattuso. Sekarang, mereka sama-sama diisi oleh muka-muka baru yang kebanyakan adalah pemain muda.
Memang revolusi mereka dilakukan tanpa pertumpahan darah, namun selalu ada saja harga yang harus dibayarkan. Hasilnya, performa mereka menjadi tidak konsisten di musim ini. Perbedaannya adalah Inter yang di awal musim cukup menjanjikan malah mengalami penurunan, sementara Milan yang di awal musim berada di papan bawah malah berhasil berada di atas posisi Inter dalam klasemen sementara.

5. El Sha vs JZ4
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_5.jpg
AC Milan sangat beruntung memiliki Stephan El Shaarawy di momen yang tepat. Setelah melepas ujung tombak andalan mereka di musim lalu, Zlatan Ibrahimovic, awalnya mereka diragukan dapat mencetak banyak gol. Namun ternyata kekhawatiran tersebut dibayar tuntas oleh il Faraone. Apabila ingin diurutkan berdasarkan produktivitas mencetak gol di Serie A, Milan berada di peringkat kelima dengan 44 gol. Dan 15 gol dari jumlah tersebut disumbangkan oleh El Shaarawy.
Sedangkan dari kubu Inter, Javier Zanetti sepertinya tidak pernah puas bermain sepakbola. Apabila ada pepatah yang mengatakan umur tidak bisa dibohongi, barangkali pemain seperti inilah yang dapat mematahkan pepatah resebut. Di umurnya yang selangkah lagi menyentuh kepala empat, ia tetap saja bermain luar biasa. Tak salah apabila ia dijuluki El Tractor melihat performanya yang sekuat kerbau ketika sedang membajak sawah.
Dalam pertandingan nanti, saya menilai kedua pemain ini akan menjadi kunci permainan kedua tim. Stephan El Shaarawy akan berada di ujung tombak sebagai tulang punggung tim untuk mencetak gol, sedangkan Zanetti dengan karismanya akan memimpin tim untuk dapat mengalahkan Milan. Pertanyaannya adalah apakah El Shaarawy mampu untuk mengalahkan Zanetti atau justru malah Zanetti yang akan membuat pemain berumur 20 tahun itu mati kutu. Patut untuk kita saksikan.

6. How Are You, Giampaolo and Antonio?
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_6.jpg
Semakin kemari, perpindahan pemain diantara kedua klub semakin sering terjadi. Hal ini tidak terlepas dari keputusan para klub-klub papan atas di Serie A yang merasa tidak senang dengan FIGC perihal pembagian jatah pemasukan siaran langsung. Namun judas tetaplah seorang judas di mata para ultras. Lihatlah bagaimana Milanisti mencemooh Antonio Cassano dan Interisti meneror Giampaolo Pazzini ketika Derby Della Madonnina jilid pertama di musim ini.
Yang menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana kedua pemain tersebut akan bermain di laga nanti. Dapat dipastikan bahwa mereka akan bermain sangat ngotot untuk membuktikan bahwa mereka sekarang telah membela tim yang benar. Memang sebenarnya transfer kedua pemain ini tidak seheboh seperti pemain-pemain lainnya. Maklum, mereka berdua memang menjadi bahan barter ketika itu. Namun tetap saja baik Cassano ataupun Pazzini pasti memiliki motivasi berlebih dalam Derby nanti.

7. Mario Balotelli
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_7.jpg
Satu hal yang tidak akan pernah lepas dari Mario Balotelli sepanjang hidupnya adalah selebrasi golnya ketika membantai Manchester United di Old Trafford. Kita semua pasti masih ingat bagaimana ia membuka kausnya untuk mempertunjukkan tulisan “Why Always Me?”. Entah apa sebenarnya maksud dari tulisan itu, namun ia boleh menanyakan hal tersebut kepada saya apabila ia membaca artikel ini. Maklum, setiap membahas tim nya, saya pasti memasukkan namanya ke dalam artikel yang saya buat.
Saya sangat senang menulis sesuatu tentang dirinya bukan karena saya menggemari tim tempat ia berada, namun saya selalu senang melihat perilakunya tak pernah habis membuat kita semua terkejut. Kepindahannya ke AC Milan pun tak lepas dari kontroversi. Maklum saja, sebelum pindah ke Manchester City, ia merupakan pemain Inter Milan. Ingatkah anda ketika masih berkostum Inter, ia malah berfoto dengan kostum il Diavolo? Saya tidak bisa membayangkan sambutan apa yang akan diberikan Interisti dalam pertandingan nanti. Namun yang jelas, sangat menarik untuk melihat apa sumbangsih yang dapat ia berikan kepada Milan. Melihat bahwa dalam beberapa pertandingan terakhir ia kerap menjadi pemain kunci, bukan tidak mungkin ia akan kembali menjadi pembeda dalam Derby Della Madonnina pertamanya dengan kostum merah-hitam.

8. Wait Till You See The Choreography
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_8.jpg
Dalam setiap derby, atmosfir pertandingan di dalam stadion pasti sangatlah luar biasa. Itulah salah satu alasan mengapa saya sangat ingin menyaksikan derby-derby dunia seperti El Clasico, Superclasico, Der Klassiker, Derby Della Capitale, dan Derby Della Madonnina secara langsung. Terlepas dari permainan di lapangan yang sangat menarik, perilaku para fans juga dapat membuat saya merasakan eyegasm.
Terkhusus untuk beberapa derby, kita akan sering menyaksikan koreografi dari para supporter sebelum laga dimulai. Nah dalam Derby Della Madonnina, anda dipastikan akan melihat koreografi yang unik baik dari Interisti maupun Milanisti. Curva sud maupun curva nord akan saling bersaing untuk menyajikan koreografi yang terbaik. Pernah melihat koreo di Nou Camp yang memberikan pesan “this is Catalonia” ketika El Clasico? Maka yang akan anda saksikan tidak jauh berbeda dari hal tersebut. Mari kita berharap TV yang menayangkan mau sedikit berbaik hati untuk menayangkan koreo yang akan ada di pertandingan nanti.

9. Efek UEFA Champions League dan Europa League
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_9.jpg
Seperti yang kita ketahui, baik AC Milan maupun Inter Milan akan sama-sama melakukan pertandingan tengah minggu sebelum bermain di Derby Della Capitale. AC Milan menghadapi Barcelona di ajang UEFA Champions League, sedangkan Inter Milan menghadapi CFR Cluj di ajang Europa League. Percaya atau tidak, kedua ajang ini akan sangat mempengaruhi performa I Rossoneri dan I Nerazzuri dalam pertemuan mereka nanti.
Harus diakui, AC Milan memiliki sedikit keuntungan disini. Meski lawan yang mereka hadapi adalah Barcelona, mereka bermain pada hari kamis malam waktu setempat. Selain itu, mereka juga menghadapi Barca di San Siro yang berarti mereka tidak harus melakukan perjalanan jauh ke Spanyol. Berbeda dengan Inter Milan yang bermain pada hari jumat malam waktu setempat. Terlebih lagi mereka harus bertanding away ke Rumania. Hal-hal seperti inilah yang akan memberikan pengaruh terhadap performa, mental, maupun kondisi stamina para pemain.

10. What Do You Expect?
foto_berita/AlasanDerbyDellaMadoninaWajibDitonton_10.jpg
Apa yang anda harapkan dari sebuah derby? Pertandingan yang ketat dengan tempo tinggi? Hujan gol? Atau kartu merah? Maka siapkanlah diri anda untuk menyaksikan Derby Della Madonnina karena hampir semua hal yang anda harapkan akan terpenuhi. Khusus soal terjadinya gol, terakhir kali laga berakhir imbang tanpa gol terjadi di tahun 2004. Jadi, apakah anda sudah siap?
06.16 | 0 komentar

Derby Manchester Terbaik


1. Manchester United vs Manchester City 4 – 1, Divisi Satu, 31 Agustus 1957

Derby Manchester terakhir sebelum kecelakaan pesawat Munich terjadi. Roger Byrne, Eddie Colman, David Pegg, Liam Whelan, Duncan Edwards dan Tommy Taylor semua bermain pada pertandingan tersebut, lima bulan sebelum kematian menjemput mereka pada peristiwa tragis di Jerman. Gol yang dicetak oleh Edwards, Taylor, Johnny Berry dan Dennis Viollet menjadi inspirasi bagi United pada musim itu.
2. Manchester City vs Manchester United 3 – 3, Divisi Satu, 6 November 1971

Terdapat beberapa kejadian menarik dari pertemuan ini. Sammy McIlroy pemain muda United yang masih berusia 17 tahun berhasil mencetak gol di pertandingan debutnya. Sementara itu sebuah gol indah juga diciptakan kubu City lewat kaki Colin Bell untuk menyamakan kedudukan. Beberapa penyelamatan kiper brilian Alex Stepney berhasil mematahkan peluang-peluang emas City. Francis Lee menjadikan pertandingan semakin menarik dengan gaya teatrikalnya yang meniru George Best untuk meyakinkan wasit bahwa bintang United itu telah melakukan diving.
3. Manchester United vs Manchester City 0 – 1, Divisi Satu, 27 April 1974

Hari di mana United harus terdegradasi, dan parahnya mereka kalah lewat gol mantan bintang pujaan, Denis Law yang mencetak gol cantik menggunakan tumit belakang kakinya. Aksi Law yang tidak merayakan golnya itu merupakan memori yang mengesankan dalam dunia sepakbola.
4. Manchester City vs Manchester United 5 – 1, Divisi Satu, 23 September 1989

United semestinya memulai pertandingan dengan baik sampai terjadi sebuah keributan penonton yang mengharuskan para pemain meninggalkan lapangan Maine Road. Ketika mereka kembali setelah break 10 menit, City yang baru promosi mengambil alih permainan. Satu-satunya kenang-kenangan dari perjalanan United diciptakan lewat bicycle kick Mark Hughes yang luar biasa. Alex Ferguson kemudian menggambarkan pertandingan tersebut sebagai “kekalahannya yang paling memalukan”.
5. Manchester United vs Manchester City 5 – 0, Liga Premier, 10 November 1994

Derby terbaik yang pernah dimenangkan oleh United di Premiership. Delapan hari setelah kekalahan 4-0 dari Barcelona, hasil yang mendorong penjualan besar-besaran kaos Barca ke kubu City di Manchester. Andrei Kanchelskis tampil luar biasa untuk menyenangkan pendukung United lewat sebuah hat-trick.
6. Manchester United vs Manchester City 1 – 1, Liga Premier, 21 April 2001

Puncak dari perseteruan lama antara Roy Keane dan Alf-Inge Haaland mencapai klimaksnya di Old Trafford. Permusuhan ini dimulai pada 1998, ketika kapten Keane United mengalami cedera ligamen saat dijatuhkan Haaland (yang kemudian bermain untuk Leeds). Tiga tahun kemudian Keane membuat tekel keras ke arah lutut Haaland. Keane kemudian diusir dari lapangan. Ia kemudian mengakui dalam otobiografinya bahwa tekel itu memang direncanakan untuk melukai Haaland. Dia kemudian menerima denda 150.000 Pounds dan larangan bermain di lima pertandingan.
7. Manchester City vs Manchester United 3 – 1, Liga Premier, 9 November 2002

Tiga belas tahun telah berlalu sejak City mengalahkan United terakhir kalinya di tahun 1989. Shaun Goater menjadi pahlawan pertama pasukan Kevin Keegan pada derby yang berlangsung di Maine Road itu. Nicolas Anelka kemudian menambah keunggulan setelah menaklukkan Fabien Barthez. Supersub Ole Gunnar Solskjaer akhirnya dapat memperkecil ketinggalan tiga menit kemudian.
8. Manchester City vs Manchester United 3 – 1, Liga Premier, 14 Januari 2006

City akan benar-benar menikmati pertandingan ini. Tidak hanya karena menang, namun mereka juga bisa melihat Cristiano Ronaldo diusir dari lapangan karena kartu merah. Frustrasi karena timnya tertinggal oleh gol Trevor Sinclair dan Darius Vassell, Ronaldo mengangkat kaki terlalu tinggi ke arah Andy Cole. Ia lalu diusir oleh Steve Bennett, yang sebelumnya juga mengusir Stephen Jordan karena melanggar pemain Portugis itu sebelumnya.
9. Manchester United vs Manchester City 4 – 3, Liga Premier, 20 September 2009

Pendukung City pasti berpikir mereka akan dapat mencuri poin kala Craig Bellamy mencetak gol keduanya di pertandingan sore hari itu untuk membuat kedudukan imbang 3-3 pada menit ke-90. Namun pertandingan benar-benar menjadi derby klasik saat Michael Owen menunjukkan kemampuannya untuk mencetak gol penentu ketika penonton telah menghitung sisa waktu pertandingan. Enam menit memasuki perpanjangan waktu mantan striker Inggris itu mencetak gol hasil umpan Giggs untuk membuat Old Trafford larut salam kegembiraan.
10. Manchester United vs Manchester City 1 – 6, Liga Premier, 23 Oktober 2011

Hari bersejarah bagi klub kaya raya Manchester City yang berpesta enam gol ke gawang Manchester United pada derby seru di Old Trafford untuk meraih kemenangan fantastis 6-1. Hasil ini tentu saja mengejutkan publik. Balotelli yang mencetak gol melakukan selebrasi dengan membuka kaos bertuliskan “Why Always Me?” dan menjadi Trending Topic Twitter pada waktu itu. Pendukung MU pun meninggalkan Old Traford dengan penuh kekecewaan.
06.11 | 0 komentar

Welcome Guys

Categories